Masalah Kolaborasi Antar Divisi yang Sering Diabaikan Perusahaan

Raden Nanda Teguh Perkasa
20 February, 2026
blog cover

Kolaborasi antar divisi menjadi faktor krusial dalam memastikan proses bisnis berjalan efektif. Namun, dalam banyak organisasi, hambatan kolaborasi sering kali tidak terlihat secara langsung dan cenderung diabaikan. Ketika setiap divisi bekerja dengan sistem, prioritas, dan cara komunikasi yang berbeda, potensi miskomunikasi dan keterlambatan proses menjadi semakin besar.

Salah satu masalah kolaborasi antar divisi yang paling umum adalah tidak adanya alur kerja yang terstandar. Proses sering berpindah dari satu tim ke tim lain tanpa kejelasan status dan tanggung jawab. Akibatnya, pekerjaan dapat terhenti di satu tahap tanpa ada pihak yang menyadari. Ketergantungan pada komunikasi manual melalui email atau chat memperbesar risiko informasi terlewat dan instruksi yang tidak terdokumentasi dengan baik.

Selain itu, kurangnya transparansi proses membuat manajemen kesulitan memantau kinerja lintas divisi. Tanpa visibilitas yang jelas terhadap progres pekerjaan, pengambilan keputusan menjadi lambat dan tidak berbasis data aktual. Hambatan kecil yang seharusnya dapat segera ditangani justru berkembang menjadi masalah yang berdampak pada target perusahaan.

Permasalahan lain yang sering muncul adalah perbedaan interpretasi terhadap SOP. Ketika standar operasional tidak terdigitalisasi dan tidak dijalankan dalam sistem yang terintegrasi, setiap divisi dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap alur kerja. Hal ini berpotensi menimbulkan inkonsistensi hasil dan menurunkan kualitas layanan atau produk.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, perusahaan perlu membangun manajemen alur kerja yang terstruktur dan terintegrasi. Melalui pendekatan Business Process Management, proses lintas divisi dapat dimodelkan menggunakan BPMN sehingga alur kerja menjadi lebih jelas, terdokumentasi, dan mudah dipahami oleh seluruh tim. Digitalisasi SOP memungkinkan setiap tahapan proses dijalankan sesuai standar, dengan status yang dapat dipantau secara real-time.

Alurkerja membantu perusahaan mengelola kolaborasi antar divisi melalui sistem alur kerja digital yang terotomatisasi. Setiap proses memiliki peran, urutan, dan jejak aktivitas yang terdokumentasi dengan baik, sehingga transparansi dan akuntabilitas meningkat. Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi lintas tim menjadi lebih efisien dan minim risiko miskomunikasi.

Tentang Alurkerja

Alurkerja adalah aplikasi otomasi alur kerja berbasis BPMN yang membantu bisnis mengelola proses secara terintegrasi. Optimalkan kolaborasi antar divisi perusahaan Anda bersama Alurkerja dan wujudkan operasional yang lebih terintegrasi, transparan, dan produktif.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: [email protected] atau hubungi WhatsApp: 081227835715.

 

Ready to Digitally Transform Your Business Processes?

Join 100+ companies already experiencing maximum productivity