Proses approval yang lambat sering menjadi hambatan dalam operasional bisnis. Persetujuan anggaran, validasi dokumen, hingga pengesahan proyek kerap tertunda karena alur kerja tidak terstruktur dan masih bergantung pada komunikasi manual. Tanpa sistem yang jelas, dokumen dapat berhenti di satu tahap, tanggung jawab menjadi tidak tegas, dan manajemen kesulitan memantau progres secara real-time.
Salah satu penyebab utama keterlambatan approval adalah tidak adanya model proses yang terdokumentasi dengan baik. Banyak perusahaan menjalankan alur persetujuan berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan desain proses yang terstandar. Di sinilah peran Business Process Management dan BPMN (Business Process Model and Notation) menjadi sangat penting.
BPMN memungkinkan perusahaan memodelkan proses approval secara visual dan sistematis. Setiap aktivitas, peran yang terlibat, titik keputusan, hingga kemungkinan percabangan proses digambarkan dalam satu diagram yang mudah dipahami. Dengan BPMN, perusahaan dapat mengidentifikasi tahapan yang redundan, potensi bottleneck, serta celah yang berisiko menimbulkan keterlambatan sebelum proses dijalankan dalam sistem.
Ketika model BPMN tersebut diimplementasikan dalam bentuk automasi alur kerja, proses approval tidak lagi bergantung pada pengingat manual. Sistem akan menjalankan setiap tahapan sesuai skenario yang telah dirancang. Setelah satu aktivitas selesai, tugas otomatis diteruskan ke pihak berikutnya sesuai aturan. Jika terjadi keterlambatan, sistem dapat memberikan notifikasi sehingga proses tetap terkendali.
Keunggulan automasi berbasis BPMN terletak pada konsistensi dan transparansi. Setiap aktivitas tercatat secara sistematis, menciptakan jejak audit yang jelas untuk kebutuhan evaluasi dan pengendalian internal. Manajemen dapat memantau status approval secara real-time dan mengambil keputusan berdasarkan data aktual, bukan asumsi.
Dengan pendekatan ini, percepatan proses approval bukan hanya soal teknologi, tetapi hasil dari desain proses yang tepat. BPMN memastikan alur dirancang secara optimal sebelum diotomatisasi, sehingga setiap tahapan berjalan efisien dan sesuai standar operasional.
Tentang Alurkerja
Alurkerja adalah aplikasi otomasi alur kerja berbasis BPMN yang membantu bisnis mengelola proses secara terintegrasi. Terapkan automasi alur kerja berbasis BPMN bersama Alurkerja untuk mempercepat proses approval dan membangun sistem kerja yang lebih terstruktur, transparan, dan terukur. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: [email protected] atau hubungi WhatsApp: 081227835715.
Workflow manual sering menimbulkan keterlambatan, miskomunikasi, dan minim visibilitas proses. Pelajari bagaimana workfl...
Pengelolaan proyek yang masih mengandalkan komunikasi manual dan spreadsheet berisiko menimbulkan miskomunikasi dan kete...
Join 100+ companies already experiencing maximum productivity