Alurkerja Released - 2026.10.1.1
Tanggal: 8 Oktober 2026
Paket 2026.10.1.1 mencakup Schema Builder — Database Tables di Studio, lampiran file dari form pada Email BPMN, perluasan MCP AlurKerja Phase 2, serta pembatasan akses lisensi on-premise. Builder Metric/KPI, navigasi BPMN, Feedback, dan validasi Form juga mendapat pembaruan. Laporan maintenance mencatat 13 tiket helpdesk telah ditangani; tidak semuanya berupa perubahan kode atau fitur baru pada rilis ini.
Sorotan — Schema Builder: Database Tables di Studio
Sebelumnya, pengelolaan tabel Schema Builder dilakukan lewat REST API. Menu Database Tables menjadi tempat untuk menyiapkan tabel bagi data integrasi dan proses, lalu membacanya lewat Question.
- Menu tersedia di grup DESIGN, terpisah dari Master Data.
- Daftar tabel menampilkan nama, deskripsi, jumlah kolom, tanggal pembuatan, dan pencarian.
- Form New table memuat nama, deskripsi, tipe kolom, panjang
varchar, dan pengaturan nullable. - Kolom
id,created_at, danupdated_atditambahkan otomatis. - Pengelolaan kolom mencakup perubahan nama, tipe, dan aturan nullable sesuai pemeriksaan API.
- Tipe
varchar(N)menerima panjang 1–10.000. Penyempitan diperiksa terhadap data lama; perubahan yang tidak aman tidak boleh diteruskan. - Keterkaitan dengan Question membantu pengguna meninjau dampak perubahan tabel dan kolom.
- Fitur mati secara bawaan dan menggunakan
VITE_FEATURE_FLAG_DATABASE_TABLESuntuk mengaktifkan UI Studio.
Sorotan — File form menjadi lampiran Email BPMN
File yang diunggah pengguna tidak cukup hanya disebut sebagai nama file di isi email. Panel Email BPMN menyediakan pilihan field File Upload agar file dikirim sebagai lampiran sebenarnya.
- Desainer memilih field unggahan yang akan dilampirkan di panel Email Studio.
- Camunda mengambil file dari metadata penyimpanan untuk dikirim bersama email.
- Jika opsi lampiran tidak dipilih, ekspresi email lama dipertahankan.
- Mendukung lampiran dari field unggahan tunggal maupun multiple.
Persiapan: periksa konfigurasi email dan uji pengiriman lampiran pada environment TEST maupun LIVE.
Sorotan — MCP AlurKerja Phase 2
Cakupan tool MCP diperluas agar agen dapat bekerja dengan data dan konteks proses, bukan hanya menemukan objek.
- Pengelolaan record Master Data.
- Pembacaan riwayat instance dan lampirannya.
- Operasi serta informasi Metric dan KPI.
- Akses diskusi dan notifikasi.
- Pembacaan Service Activity Log untuk menelusuri eksekusi integrasi.
Sorotan — Pembatasan akses lisensi on-premise
Paket lisensi menghubungkan pemeriksaan backend dengan tanggapan di App dan Studio.
- Status lisensi bertanda tangan dipakai sebagai dasar pemeriksaan.
- Middleware backend membatasi akses sesuai kondisi lisensi.
- App dan Studio menangani respons 403
LICENSE_*. - Kuota workspace dan alur developer license lokal termasuk cakupan pekerjaan.
Fitur baru lainnya
- Call Activity: buka diagram proses yang dipanggil di tab baru tanpa kehilangan perubahan pada tab asal.
- Feedback: setelah pengiriman, pengguna melihat nomor serta tautan publik tiket untuk tindak lanjut.
- Tema Keycloak: endpoint upload tema ZIP disediakan untuk platform owner. Pemakaian memerlukan volume bersama dan konfigurasi direktori tema.
Peningkatan
- Metric: builder menampilkan daftar variabel dan tipe sumber. Kolom teks dapat dibaca sebagai angka melalui opsi konversi yang eksplisit.
- KPI: request perhitungan dibatch per kartu untuk mengurangi permintaan terpisah.
- Dashboard Studio: menu Add menyatukan Question, KPI, dan Header.
- BPMN: control bar dan Visual Cue diperbarui.
- SLA: filter Overdue/Today dan ringkasan Home memakai tenggat SLA; cakupan juga menyentuh Telegram dan MCP.
- Master Data: Member dapat membaca data, sementara operasi tulis tetap dibatasi pada role yang berwenang.
- Auth Token: tombol Generate tidak ditampilkan untuk Member.
- Feedback: widget memakai identitas AlurKerja dan tidak lagi meminta pilihan jenis masalah. Aktivasi tetap bergantung konfigurasi aplikasi.
- Helpdesk: retensi Recordings dapat diatur di Settings General, dengan bawaan 90 hari. Status Awaiting Release diperjelas pada label dan filter.
- Penelusuran galat: Trace ID dirancang menghubungkan event frontend dan backend ke tiket.
- AI: gateway Merapi menjadi jalur default dengan fallback ke OpenAI; kredensial dan endpoint perlu disiapkan per layanan.
Perbaikan
- Master Data: checkbox wajib menerima
false, field angka wajib menerima0, dan edit kolom unique tidak ditolak oleh nilainya sendiri. - Form Builder: evaluasi
required_ifdiseragamkan; editor memperingatkan ekspresi yang selalu benar atau selalu salah. - BPMN Editor: label tombol linter kembali terlihat pada kondisi error/warning serta tema terang dan gelap.
- App: mengetik huruf D tidak lagi memicu pergantian tema.
- Metric: perhitungan Min/Max hanya menawarkan kolom numerik.
- Integration: addon tanpa README tidak lagi memunculkan popup galat palsu.
- Question: slug unik per tenant, sehingga nama yang sama tidak berbenturan dengan workspace lain setelah migrasi diterapkan.
- Simulation: rate limit diarahkan per IP asli dari proxy tepercaya dan dapat dikonfigurasi.
- On-premise: templat konfigurasi MinIO menyertakan endpoint beserta port yang sesuai.
Perubahan perilaku yang perlu diketahui
| Area | Yang berubah |
|---|---|
| Database Tables | UI Studio hanya tersedia saat flag aktif. Database Tables bukan pengganti Master Data dan tidak menyediakan editor SQL mentah. |
varchar(N) |
Panjang dibatasi 1–10.000. Penyempitan atau perubahan tipe yang berisiko harus melewati pemeriksaan data. |
| Lisensi | Backend dapat mengembalikan 403 LICENSE_*; App/Studio perlu memakai versi yang menangani respons tersebut. |
| Question | Keunikan slug dihitung per tenant, bukan global. Migrasi DB wajib mendahului servis baru. |
| Hak akses | Member dapat membaca Master Data, tetapi perubahan data dan Generate Auth Token tetap dibatasi. |
| Form | Nilai sah false dan 0 tidak dianggap kosong pada field wajib. |
| Simulation | IP client harus berasal dari rantai proxy tepercaya; konfigurasi proxy yang salah dapat mengubah perilaku rate limit. |
Yang perlu disiapkan saat memasang
| Hal | Tindakan |
|---|---|
| Retensi Recordings | Jalankan migrasi Helpdesk 0036_add_bug_report_config sebelum mengubah retensi. Sesuaikan lifecycle bucket jika bukan 90 hari. |
| Slug Question | Terapkan migrasi report 20260930100000_report_fix_question_slug_unique_per_tenant sebelum servis baru. |
| Database Tables | Daftarkan VITE_FEATURE_FLAG_DATABASE_TABLES di konfigurasi runtime Studio, docker-entrypoint.sh, dan .env.example. Bawaan false; aktifkan hanya setelah API pendukung dan pengujian siap. Periksa juga konfigurasi on-premise. |
| Email BPMN | Periksa konfigurasi email TEST dan LIVE, akses file MinIO, lalu uji lampiran setelah deployment. |
| Lisensi | Verifikasi konfigurasi lisensi, status token, kuota workspace, dan respons 403 pada backend serta App/Studio. Lakukan smoke test sesuai konfigurasi lisensi yang digunakan. |
| MCP Phase 2 | Cocokkan tool yang tersedia dengan versi server yang dirilis; periksa hak akses serta panduan konfigurasi. |
| Tema Keycloak | Mount direktori tema ke integration dan Keycloak; isi KEYCLOAK_THEMES_DIR. Tanpa konfigurasi, endpoint belum operasional. |
| Gateway AI | Siapkan AI_GATEWAY_BASE_URL, AI_GATEWAY_API_KEY, serta kredensial fallback OPENAI_API_KEY melalui pengelolaan secret. |
| Simulation | Periksa HTTP_TRUSTED_PROXIES; bila perlu set HTTP_RATE_LIMIT_MAX dan HTTP_RATE_LIMIT_EXPIRATION_SECONDS. |
| Feedback | Pastikan konfigurasi VITE_*BUG_REPORTER* pada aplikasi yang hendak diaktifkan. |
| Sentry | Jika frontend dan API berbeda host, batasi VITE_SENTRY_TRACE_PROPAGATION_TARGETS ke API tepercaya. Periksa DSN; urutan yang dicatat laporan: Helpdesk → BPM → App. |
| MinIO | Cocokkan MINIO_ENDPOINT dan STORAGE_PORT pada compose yang dipakai. |
| Fork Camunda | Periksa kompatibilitas fork Camunda Spring Boot 4 terhadap BPMN yang digunakan serta siapkan rencana rollback. |
| Versi | Sesuaikan identitas versi deployment ke 2026.10.1.1 sesuai tag yang dipasang. |
Catatan cakupan
Sinkronisasi Org Structure dari Odoo tidak termasuk implementasi rilis ini. Migrasi BPMN Helpdesk juga merupakan pekerjaan terpisah dari paket fitur ini.
Untuk informasi lengkap, kunjungi docs.alurkerja.com.
Next article
AlurKerja vs n8n: Memilih Platform untuk Otomasi Proses Bisnis End-to-End
Bandingkan AlurKerja vs n8n dari fitur workflow, approval, integrasi, dan biaya untuk memilih platform otomasi yang sesu...
AlurKerja Released - 2026.09.5.1
Feedback langsung dari dalam aplikasi lengkap dengan screenshot dan rekaman layar, putar ulang jalannya proses di diagra...
Ready to Digitally Transform Your Business Processes?
Join 100+ companies already experiencing maximum productivity